Selasa, 20 September 2016


1. Buka Cisco Packet Tracer



2. Isi dengan 1 router generic, 3 switch, 2 server, 4 pc, 1 access point, 2 laptop.



3. Tambahkan colokkan yg ada pada router. Sebelumya matikan dulu powernya, lalu tambahkan, setelah itu nyalakan kembali.





4. Sambungkan menggunakan kabel straight kecuali yang laptop, karena laptop nanti disambungkan menggunakan wireless.



5. Ganti laptop dengan colokkan wireless. Matikan power laptop terlebih dahulu, lalu setelah diganti nyalakan kembali.





6. Setting IP seperti ini :

          Server tkj.go.id :



Pc 2 :



Server tkj1.com :



Pc 0 :



Pc 1 :



Pc 3 :



Laptop 0 :



Laptop 1 :



     7. Kita bisa coba PING.

Ini coba PING ke server tkj.go.id





Ini PING pc 0 dan pc 1 ke server tkj1.com




      8. Jika reply semua, buka server tkj.go.id lalu ke services lalu ke http dan tulis scriptnya untuk tampilan nanti yg diweb browser.



       9. Lalu ke DNS, dan tulis semua ip disini



  
      10. Lalu ke server tkj1.com, ke services, ke http dan tuis scriptnya untuk tampilan nanti di web browser.



      11. Lalu ke DNS dan tulis ip pc 0 dan pc 1



      12. Jika sudah, kita coba ke web browser setiap pc dan laptop.

Ini yang ke server tkj.go.id








Ini yang ke tkj1.com, pc 0 dan pc 1




      13.Selesai.

      
      14.Terimakasih.

Contoh IP nya 192.168.100.1/29 dengan 4 Reply dan 2 RTO.
Sebelum itu kita harus mencari range dari ip 192.168.100.1/29. Untuk mencari range caranya adalah IPNID + 1 sampai IPBID – 1. Jadi, kita harus mencari NID (Network ID) dan BID (Broadcast ID) terlebih dahulu.

                #NID

·        IP Address : 192.168.100.1/29
·        Netmask : 255.255.255.248
·        IP Address ubah ke biner : 11000000.10101000.01100100.00000001
·        Netmask ubah ke biner : 11111111.11111111.11111111.11111000
·        Di AND : 11000000.10101000.01100100.00000000
·        Ubah ke desimal : 192.168.100.0 (NID)

               #BID

·        IP Address : 192.168.100.1/29
·        Netmask : 255.255.255.248
·        IP Address ubah ke biner : 11000000.10101000.01100100.00000001
·        Netmask ubah ke biner : 11111111.11111111.11111111.11111000
·        Reverse netmask biner : 00000000.00000000.00000000.00000111
·        Di OR IP Address biner dan Reverse netmask biner : 11000000.10101000.01100100.00000111
·        Ubah ke desimal : 192.168.100.7 (BID)

               #Range

·        IPNID + 1 = 192.168.100.0 + 1 = 192.168.100.1
·        IPBID – 1 = 192.168.100.7 – 1 = 192.168.100.6

·        Jadi, Rangenya adalah 192.168.100.1 – 192.168.100.6

Tutorial :

1.  Buka Cisco Packet Tracer



2. Lalu isi dengan 1 switch dan 6 pc



 3.  Sambungkan dengan kabel straight.



4. Setelah kita tau rangenya, kita bisa setting IP setiap pc dengan hasil 4 Reply dan 2 RTO. Yang akan menghasilkan hasil RTO kita bisa setting IP dengan melebihi rangenya.

·        PC 1 : 192.168.100.1
·        PC 2 : 192.168.100.2
·        PC 3 : 192.168.100.3
·        PC 4 : 192.168.100.4
·        PC 5 : 192.168.100.9
·        PC 6 : 192.168.100.10
·        Netmask nya adalah 255.255.255.248






5. Lalu, kita bisa coba PING.





6. Lihat, terdapat 4 Reply dan 2 RTO. Berarti konfigurasi telah selesai.

7. Selesai


Sabtu, 17 September 2016

Contoh :

IP Address : 172.168.22.5
Netmask : 255.255.255.240
Subnet yang tersedia dari 255.255.255.240 adalah 240
Rumus  : 2^x dimana x adalah jumlah dari angka 1
240 diubah menjadi biner = 11110000 — > jumlah angka 1 ada 4, jadi 2^4 = 16
Maksimal Subnet yang dapat digunakan = 16
Rumus jumlah host : 2^y-2 dimana y adalah jumlah angka dari 0
240 diubah menjadi biner = 11110000 — > jumlah angka 0 ada 4, jadi 2^4-2 = 14
Jumlah Host per-Subnet = 14
Rumus : 256 – 240 = 16
Subnet ID = 172.168.22.0
Broadcast ID = 172.168.22.15
Jadi, range IP Address yang bisa dipakai 172.168.22.1 – 172.168.22.14

1. Network ID (NID) dapat dicari dengan melakukan operasi AND antara IP address dan subnet masknya yang sama sama sudah diubah kebilangan biner.
2. Broadcast ID (BID) dapat dicari dengan merubah semua bit host pada NID dengan angka biner 1 (di OR-kan).
3. Range IP dapat dicari dengan IPNID+1 hingga IPBID-1

Contoh :

1. IP : 170.180.22.10

                  #NID
·        IP Address : 170.180.22.10
·        Netmask : 255.255.0.0
·        IP Address ubah ke biner : 10101010.10110100.00010110.00001010
·        Netmask ubah ke biner : 11111111.11111111.00000000.00000000
·        Di AND-kan : 10101010.10110100.00000000.00000000
·        Lalu, ubah ke desimal : 170.180.0.0 (NID)

#BID
·        IP Address : 170.180.22.10
·        Netmask : 255.255.0.0
·        IP Address ubah ke biner : 10101010.10110100.00010110.00001010
·        Netmask ubah ke biner : 11111111.11111111.00000000.00000000
·        Reverse netmask biner : 00000000.00000000.11111111.11111111
·        Di OR-kan IP Address biner dan Reverse netmask biner : 10101010.10110100.11111111.11111111
·        Lalu, ubah ke desimal : 170.180.255.255 (BID)

#Range

·        IPNID + 1 = 170.180.0.0 + 1 = 170.180.0.1
·        IPBID – 1 = 170.180.255.255 – 1 = 170.180.255.254

·        Jadi, Rangenya adalah 170.180.0.1 – 170.180.255.254

2. Jika menghitung NID, BID, dan Range dengan IP yang menggunakan CIDR. CIDR adalah sebuah cara alternatif untuk mengklasifikasikan alamat-alamat IP berbeda dengan sistem klasifikasi ke dalam kelas A, kelas B, kelas C, kelas D, dan kelas E. Disebut juga sebagai supernetting. Contoh IP : 170.180.22.10/27.

                    #NID

·        IP Address : 170.180.22.10/27
·        Netmask : 255.255.255.224 (Karena /27 netmasknya adalah 255.255.255.224)
·        IP Address ubah ke biner : 10101010.10110100.00010110.00001010
·        Netmask ubah ke biner : 11111111.11111111.11111111.11100000
·        Di AND-kan : 10101010.10110100. 00010110.00000000
·        Ubah ke desimal : 170.180.22.0/27 (NID)

#BID

·        IP Address : 170.180.22.10/27
·        Netmask : 255.255.255.224
·        IP Address ubah ke biner : 10101010.10110100.00010110.00001010
·        Netmask ubah ke biner : 11111111.11111111.11111111.11100000
·        Reverse netmask biner : 00000000.00000000.00000000.00011111
·        Di OR IP Address biner dan Reverse netmask biner : 10101010.10110100.00010110.00011111
·        Ubah ke desimal : 1170.180.22.31 (BID)

#Range

·        IPNID + 1 = 170.180.22.0 + 1 = 170.180.22.1
·        IPBID – 1 = 170.180.22.31 – 1 = 170.180.22.30
·        Jadi, Rangenya adalah 170.180.22.1 – 170.180.22.30


Biner adalah sistem nomor yang digunakan oleh perangkat digital seperti komputer, pemutar cd, dll Biner berbasis 2, tidak seperti menghitung sistem desimal yang Basis 10 (desimal).

Contoh :

1. Biner dari 192
Pertama, kita buat tabel seperti dibawah ini.

128
64
32
16
8
4
2
1

Seperti yang Anda lihat, kita telah menempatkan angka 1, 2, 4, 8, 16, 32, 64, 128 (pangkat dua) dalam urutan numeric terbalik. Kemudian, tulis angka 1 yang kurang dari nilai 192 yaitu 128. 192 – 128 = 64. Tulis angka 1 di nilai 64. Sisanya tulis dengan
angka 0.

128
64
32
16
8
4
2
1
1
1
0
0
0
0
0
0

Jadi, Biner dari 192 adalah 11000000.

2. Desimal dari biner 10101000
Pertama, kita buat tabel seperti dibawah ini.
128
64
32
16
8
4
2
1


Seperti yang Anda lihat, kita telah menempatkan angka 1, 2, 4, 8, 16, 32, 64, 128 (pangkat dua) dalam urutan numeric terbalik.
Untuk mengkonversi, tulis saja biner dibawahnya.
128
64
32
16
8
4
2
1
1
0
1
0
1
0
0
0

Lalu, yang angka 1 kita jumlahkan. 128 + 32 + 8  = 168. Jadi, desimal dari biner 10101000 adalah 168.

Rabu, 20 April 2016

Reset setting DHCP Windows
Anda tidak perlu mengakses Network Adapter di Windows untuk mereset setting DHCPnya, cukup jalankan command prompt dengan hak administrator dan ketikkan perintah – perintah berikut:
1.       ipconfig /release – Ini untuk melepaskan konfigurasi jaringan Windows.
2.       ipconfig /renew – Ini untuk memperbarui setting IP Windows, jadi komputer ini akan mendapatkan informasi baru dari modem atau router yang ada.





BTemplates.com

Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts